Kontakpublik.id,PANDEGLANG - Kegiatan menambal beberapa lobang jalan disepanjang jalan jenderal Ahmad Yani Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten akhirnya dilaksanakan juga beberapa Minggu lalu. Meski lobang - lobang Jalan itu sebenarnya lama dikeluhkan oleh Pengguna, terutama pemilik Kendaraan Roda Dua dan Empat sekaligus pembayar pajak aktif.
Pada saat aksi penambalan dilaksanakan. Sudah barang tentu petugas melakukannya seprofesional mungkin, selaras dengan unjuk aksi Sangkuriang yang berpatokan ketika Ayam jantan berkokok dan terbit Matahari Pagi. Maka Jalan harus dalam keadaan selesai. Dalam arti tidak berkiblat pada Gali lobang tutup lobang,sebagaimana dikatakan Rhoma Irama yang ujung - ujungnya kembali berlobang.
Selesai Lobang Jalan ditambal, penggunapun memanfaatkannya. Sayang hanya beberapa gerak Jarum jam berputar. Agregat untuk menutup rapat - rapat hanya bertahan kurang dari sepekan. Material yang digunakan terlihat amburadul Hancur dan pecah melebar kemana - mana. Jalan kembali berlobang. Jalan kembali rentan laka lantas. Inikah yang dikatakan Yulia Citra dalam lagu Dangdutnya menyulam Kain yang rapuh ?.
" Padahal baru beberapa Jam saja ditambal. Kondisinya sudah hancur lagi. Kami sebagai pengguna tentu saja dibuat tidak nyaman. Apalagi pada waktu kendaraan cukup ramai ditambah suasana Malam Hari dengan cuaca Hujan." Ujar Agung Maulana yang setiap Hari melintasi Jalan milik Nasional itu,ketika berangkat dan pulang tugas pada Sekolah yang dituju pada Wartawan Rabu (19/3/2025).
" Untuk menghindari Pengendara tidak melintas pada Lobang jalan. Kami Taruh isyarat dengan Benda apa adanya Pak." Ujar Warga setempat.
Tambal Jalan Milik Nasional sekaligus pembatas Teritorial Desa Labuan dan Desa Kalang Anyar Kecamatan Labuan itu terkesan tidak serapat Tambal Ban. Tambal Jalan bagaikan mengejar Takjil mensegerakan waktu berbuka Puasa.Tak ada Kurma dengan Rangginangpun jadi. (Dhie)